Hatmiati's Weblog

belajar memaknai hidup melalui tulisan yang hadir selintas-selintas

musim ke sekian

hujan turun lagi
berjingkrak…ke sekian kali
tanah yang merekah tersipu malu
hujan menyapa sepenuh daya

di hulu sungai mulai menguap pelan
sambil ngantuk menghayutkan segala
sambil berlabuh bertemu sang pujaan
tak terpikir hilir adalah muara yang belum sampai ke tengah…

di pertemuan keduanya…
luapan telah menenggelamkan rindu…
pelukan mesra menjadi tangis bahagia

hujan masih riang tertawa
menyaksikan air pelan-pelang
menguburkan semua

banjir menjadi akhir yang sepi

Iklan

Desember 10, 2009 - Posted by | catatan pendek, puisi

2 Komentar »

  1. sebuah puisi tentang banjir rindu…?

    Komentar oleh suhadinet | Desember 14, 2009 | Balas

    • he he he…bisa banaar kawanku ne….eh kada jadi bawarang kah kita???

      Komentar oleh hatmiati | Desember 14, 2009 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: